Seputarkalsel.com, BANJARMASIN – Kehadiran KRI Teluk Kupang-519 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (20/5/2026), tidak hanya membawa misi operasi militer, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan interaksi antara TNI Angkatan Laut dengan masyarakat Kalimantan Selatan.
Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) milik TNI AL itu sandar sekitar pukul 10.00 WITA sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Trisila 26 Tahap II yang dijalankan Komando Armada Republik Indonesia.
Kedatangan armada tersebut disambut langsung Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, bersama Danlanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Galuh Nurna di Pelabuhan Trisakti.
Turut hadir Wakil Komandan Satgas Operasi Trisila 26-II RI, Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji, serta Komandan KRI Teluk Kupang-519, Letkol Laut (P) Dono Istiarto.
Selain menjalankan tugas pengamanan wilayah perairan, Operasi Trisila 26 juga membawa misi sosial dan pembinaan potensi maritim melalui berbagai kegiatan bersama masyarakat.
“KRI Teluk Kupang ini merupakan bagian dari Operasi Trisila TNI Angkatan Laut di tahun 2026. Di kapal ini, kami juga memboyong unit Helikopter HS Panther termasuk membawa pasukan darat marinir satu pleton ditambah dukungan pangkalan dalam hal ini Lanal Banjarmasin,” ujar Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji.
Ia menjelaskan selama berada di Banjarmasin, TNI AL akan melaksanakan sejumlah kegiatan sosial seperti donor darah, bersih-bersih pantai, penanaman mangrove, hingga penanaman kedelai sebagai bagian dari dukungan terhadap program lingkungan dan ketahanan pangan nasional.
“Kita juga melaksanakan kegiatan interaksi dengan masyarakat dalam rangka pembinaan potensi kekuatan maritim,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI AL terhadap program Indonesia Asri dan swasembada pangan yang tengah didorong pemerintah pusat.
Yang menarik, selama bersandar di Pelabuhan Trisakti, KRI Teluk Kupang-519 juga dibuka untuk umum melalui kegiatan open ship agar masyarakat bisa melihat langsung kondisi kapal perang milik TNI AL dari dekat.
Kesempatan ini pun disambut positif oleh Pemko Banjarmasin yang menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
“Suatu kehormatan bagi kami karena bisa dihampiri oleh salah satu armada terbaik yang dimiliki TNI AL. Tentunya kami mengapresiasi dengan kegiatan yang akan dilaksanakan selama di Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan,” ucap Yamin.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengenal lebih dekat dunia kemaritiman dan armada militer Indonesia.
“Tentunya kita berharap dengan adanya kapal ini terbuka untuk umum, bagi orang tua yang ingin mengajak anak-anaknya bisa melihat bagaimana kondisi kapal KRI Teluk Kupang itu,” katanya.
Di mana, keberadaan kapal perang tersebut bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menumbuhkan wawasan kebangsaan dan ketertarikan generasi muda terhadap dunia maritim.
Kegiatan open ship dan donor darah dijadwalkan berlangsung selama tiga hari sebelum KRI Teluk Kupang-519 kembali melanjutkan pelayaran operasinya.

















