Seputarkalsel.com, BANJARMASIN – Kegiatan Khataman Al-Qur’an Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Banjarmasin tahun 2026 di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Senin (04/05/2026), menjadi lebih dari sekadar agenda keagamaan rutin.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan pentingnya pendidikan agama sebagai benteng menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks di kalangan generasi muda.
Sejak pagi, ratusan siswa MI dari berbagai sekolah tampak memenuhi area masjid, lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema menghadirkan suasana religius, disaksikan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR, jajaran Kementerian Agama, KKMI, para kepala madrasah, guru, hingga tokoh agama dan orang tua siswa.
“Kegiatan khataman tidak boleh dimaknai sekadar sebagai penanda selesainya membaca Al-Qur’an, tetapi kegiatan ini harus menjadi awal pembentukan karakter anak di tengah derasnya arus perubahan zaman,” ujarnya dalam sambutan.
Ia melanjutkan, bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari pengaruh media sosial hingga meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, termasuk fenomena kelompok gangster yang mulai meresahkan.
“Anak-anak hari ini menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Karena itu, pendidikan agama harus menjadi pondasi agar mereka tidak mudah terseret pergaulan negatif, kekerasan, maupun budaya gangster,” lanjutnya.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga anak-anak tetap berada di jalur yang positif.
“Kegiatan seperti khataman Al-Qur’an dapat memperkuat kedekatan siswa dengan ajaran agama sekaligus membentuk kontrol diri,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemko akan terus mendukung penguatan pendidikan berbasis moral dan spiritual, baik melalui madrasah maupun kegiatan keagamaan lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
“Kami ingin mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, tetapi juga berakhlakul karimah. Jangan sampai anak-anak kita pintar secara teknologi, tetapi kehilangan pegangan hidup,” katanya.
Selain itu, Yamin juga memberikan apresiasi kepada para guru, ustaz, dan seluruh pihak yang telah berperan dalam mendidik anak-anak. Ia mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk turut memperkuat pendidikan agama di lingkungan keluarga.
“Pembiasaan membaca Al-Qur’an di rumah menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak sejak dini, di mana peran keluarga sangat menentukan dalam mencegah anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas maupun pengaruh negatif lainnya,” tukasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemko Banjarmasin berharap khataman Al-Qur’an tidak hanya berhenti sebagai seremoni tahunan.

















