banner 728x250

Hadapi Tantangan Global, Prabowo Minta ASEAN Fokus pada Ketahanan Pangan

Suasana sesi pleno KTT ke-48 ASEAN saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen Indonesia dalam menjaga kedaulatan pangan nasional dan regional.
banner 120x600
banner 468x60

Seputarkalsel.com, FILIPINA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi isu strategis yang harus mendapat perhatian serius negara-negara ASEAN di tengah ancaman global, termasuk potensi El Nino ekstrem.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat mengikuti sesi pleno KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Mactan Expo, Jumat (8/5/2026).

banner 325x300

Dalam forum itu, Presiden Prabowo menilai ketahanan pangan tidak bisa ditangani secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. Menurutnya, diperlukan langkah kolektif dan koordinasi yang lebih kuat di tingkat kawasan ASEAN.

“Ini bukan tantangan yang bisa ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama,” ujarnya.

Ia juga mendorong negara-negara ASEAN memperkuat pertukaran informasi, diversifikasi pangan, pengembangan teknologi pertanian, hingga optimalisasi cadangan pangan regional melalui mekanisme kerja sama ASEAN.

Selain itu, Presiden Prabowo turut menyoroti pentingnya penyederhanaan sistem ASEAN Plus Three Cadangan Beras Darurat sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan kawasan.

“Kita harus memajukan cadangan pangan berbasis cadangan lokal kita,” tuturnya.

Menurut Presiden Prabowo, ancaman El Nino ekstrem yang telah diperingatkan sejumlah organisasi internasional dapat berdampak besar terhadap stabilitas pangan di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, penguatan ketahanan pangan dinilai semakin mendesak.

“Kita telah diperingatkan oleh organisasi internasional tentang risiko El Nino yang sangat ekstrem yang mengintai di depan kita. Dalam hal ini, ketahanan pangan menjadi semakin mendesak,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas kawasan ASEAN, terutama karena wilayah Asia Tenggara memiliki jalur perdagangan strategis yang melintasi perairan kawasan.

“Kita harus ingat bahwa wilayah kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melewati perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di wilayah kita sendiri,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab utama pemerintah. Ia memastikan Pemerintah Indonesia akan mengambil peran aktif dalam menjaga kedaulatan pangan nasional demi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi kami, ini adalah tanggung jawab utama pemerintah, dan Pemerintah Indonesia bertekad untuk memikul tanggung jawab penuh dan kedaulatan penuh atas sektor vital ini,” tegas Presiden Prabowo.

Ia pun menekankan bahwa pangan memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan suatu negara. Menurutnya, tanpa ketahanan pangan, stabilitas hingga perdamaian akan sulit tercapai.

“Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat. Tanpa pangan, tidak ada kemerdekaan. Tanpa pangan, tidak ada perdamaian,” tandasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *